SANGIHE, Merdekasatu.online — Kondisi cuaca yang berubah-ubah di wilayah Kepulauan Sangihe membuat keselamatan pelayaran menjadi perhatian serius. Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca.
Plt. Kepala UPP Kelas II Tahuna, Meifried Palenewen, mengatakan pihaknya terus mengikuti informasi cuaca dari BMKG sebelum mengambil langkah terkait aktivitas pelayaran.
“Cuaca ekstrem di Sangihe saat ini tidak menentu. Kami selalu berkoordinasi dengan pihak BMKG,” ujar Meifried melalui pesan WhatsApp, Kamis (25/9/2026).
Menurut Meifried, kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut telah beberapa kali berdampak terhadap aktivitas pelayaran di wilayah Sangihe. Dalam kondisi tertentu, pihaknya melakukan penundaan pelayaran demi mempertimbangkan aspek keselamatan. “Banyak kali pelayaran ditunda akibat cuaca ekstrem,” katanya.
UPP Tahuna juga menyampaikan perkembangan kondisi cuaca kepada masyarakat melalui berbagai saluran informasi, termasuk media massa. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang hendak menggunakan transportasi laut memperoleh informasi sebelum melakukan perjalanan.
Dirinya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berlayar ketika kondisi cuaca tidak mendukung. Ia meminta calon penumpang maupun pengguna jasa transportasi laut untuk terlebih dahulu berkoordinasi dan mencari informasi mengenai kondisi cuaca sebelum berangkat. “Mari saat akan berlayar selalu berkoordinasi mengenai cuaca,” pesannya.
Selain memperhatikan faktor cuaca, UPP Tahuna mengingatkan masyarakat agar tidak membawa barang yang dilarang maupun barang yang dapat membahayakan keselamatan selama pelayaran.
Imbauan tersebut menjadi perhatian penting bagi masyarakat Sangihe yang sangat bergantung pada transportasi laut untuk mobilitas antarpulau.
Di tengah perubahan cuaca yang cepat, koordinasi antara UPP Tahuna, BMKG, operator kapal dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pelayaran.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya mengandalkan jadwal keberangkatan, tetapi juga memperhatikan informasi cuaca terbaru sebelum menuju pelabuhan. (Tom)

