Dari Jalanan Kota hingga Memimpin Polsek Wori, Jejak Pengabdian IPTU Maria Rurupadang

Manado – Di balik seragam cokelat yang dikenakannya, tersimpan perjalanan karier yang ditempuh secara bertahap. IPTU Maria Olivia R. Rurupadang, S.Tr.K. bukan sosok yang tiba-tiba muncul di pucuk kepemimpinan sebuah kepolisian sektor. Penugasannya di berbagai satuan menjadi bagian dari proses panjang yang akhirnya membawanya memimpin Polsek Wori, Polresta Manado.

Karier Maria di Sulawesi Utara pernah mengantarkannya bertugas di Direktorat Samapta Polda Sulut. Saat masih berpangkat Ipda, ia kerap memimpin patroli malam di Kota Manado bersama personel Samapta. Tugas tersebut menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui langkah-langkah preventif.

Dari tugas preventif, Maria kemudian dipercaya mengemban tanggung jawab yang lebih menantang sebagai Kanit Resmob (ROTR) Satreskrim Polresta Manado. Jabatan itu menempatkannya di lini depan penegakan hukum. Bersama timnya, ia terlibat dalam berbagai pengungkapan kasus kriminal, mulai dari penyelundupan ribuan botol minuman keras Cap Tikus, pengungkapan kasus pembunuhan terhadap pengemudi ojek online, hingga penanganan tindak pidana yang sempat menjadi perhatian publik.

Pengalaman di lapangan tersebut kemudian dilengkapi dengan penugasan di lingkungan Biro SDM Polda Sulawesi Utara. Sebagai Paur Diapers, Maria menangani administrasi personel yang berkaitan dengan pembinaan sumber daya manusia Polri. Penempatan itu memperkaya pengalamannya, bukan hanya dalam aspek operasional, tetapi juga di bidang manajemen organisasi dan administrasi kepegawaian.

Perjalanan karier itu mencapai babak baru pada Juli 2026. Dalam upacara serah terima jabatan di Polresta Manado, IPTU Maria Olivia R. Rurupadang resmi dipercaya sebagai Kapolsek Wori, menggantikan pejabat sebelumnya. Amanah tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengabdiannya sebagai perwira Polri.

Sebagai Kapolsek Wori, Maria dihadapkan pada tantangan yang berbeda. Selain menjaga keamanan wilayah yang terus berkembang, ia juga dituntut membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis. Penyelesaian persoalan warga melalui mediasi dan problem solving menjadi salah satu pendekatan yang mulai diterapkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukumnya.

Perjalanan IPTU Maria Rurupadang menunjukkan bahwa kepemimpinan dibentuk oleh pengalaman yang beragam. Dari patroli malam di jalanan Kota Manado, mengungkap berbagai tindak kriminal, menjalankan tugas pembinaan personel di Biro SDM, hingga memimpin Polsek Wori, setiap penugasan menjadi mata rantai yang membentuk karakter seorang perwira.

Di tengah dinamika tugas kepolisian yang terus berkembang, kepercayaan yang diberikan kepada IPTU Maria menjadi cerminan pentingnya kompetensi, dedikasi, dan pengalaman dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (Tomy)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *