Menjaga Gerbang Laut, Kiprah IPDA Christian Anton Langi di Pelabuhan Manado

Manado – Di sebuah kawasan yang menjadi pintu masuk dan keluar orang maupun barang dari Sulawesi Utara, tanggung jawab menjaga keamanan tidak pernah berhenti. Aktivitas kapal penumpang, bongkar muat logistik, hingga mobilitas masyarakat antarpulau menjadikan Pelabuhan Manado sebagai salah satu titik strategis yang membutuhkan pengawasan selama 24 jam.

Di tengah dinamika tersebut, IPDA Christian Anton Langi mengemban amanah sebagai Kapolsek Kawasan Pelabuhan Manado. Sejak dilantik pada Maret 2026, ia memimpin jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan dalam menjaga keamanan sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi yang beroperasi di kawasan pelabuhan.

Bagi seorang Kapolsek Pelabuhan, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan gangguan kamtibmas. Wilayah kerjanya juga menjadi jalur strategis yang rawan dimanfaatkan untuk berbagai bentuk pelanggaran hukum, mulai dari penyelundupan barang, peredaran produk ilegal, hingga dugaan tindak pidana perdagangan orang.

Salah satu penanganan yang menyita perhatian publik adalah ketika personel Polsek Kawasan Pelabuhan Manado menggagalkan dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dalam operasi tersebut, dua remaja perempuan berhasil diamankan sebelum diberangkatkan menggunakan kapal menuju Sofifi.

Selanjutnya, kedua korban diserahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Manado untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.

Komitmen menjaga kawasan pelabuhan juga terlihat melalui pengungkapan peredaran kosmetik ilegal yang diduga tidak memiliki izin edar resmi. Penindakan tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dari peredaran produk yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Tidak hanya fokus pada penegakan hukum, IPDA Christian Anton Langi juga mengedepankan kolaborasi lintas instansi. Bersama Balai Karantina, KSOP, Pelindo, TNI AL, dan instansi terkait lainnya, Polsek Kawasan Pelabuhan Manado rutin melaksanakan Operasi Patuh Karantina untuk memastikan setiap lalu lintas hewan dan komoditas memenuhi ketentuan yang berlaku.

Di sektor pelayanan masyarakat, pengawasan terhadap keberangkatan kapal penumpang juga menjadi perhatian utama. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan pelayaran sekaligus mencegah masuknya barang-barang berbahaya ke atas kapal.
Penataan kawasan pelabuhan turut menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi yang tertib dan aman. Bersama Dinas Perhubungan Kota Manado, Polsek Kawasan Pelabuhan melakukan penertiban parkir liar yang selama ini berpotensi menghambat arus kendaraan dan aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan.

Dalam penyelesaian persoalan hukum tertentu, pendekatan humanis juga dikedepankan. Melalui mekanisme problem solving, sejumlah perkara yang memenuhi syarat diselesaikan melalui mediasi dengan melibatkan para pihak, sehingga penyelesaian dapat dicapai secara damai tanpa mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi IPDA Christian Anton Langi, menjaga kawasan pelabuhan berarti menjaga salah satu gerbang utama Sulawesi Utara. Keamanan di pelabuhan bukan hanya berkaitan dengan ketertiban, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kelancaran distribusi logistik, serta perlindungan terhadap berbagai potensi tindak pidana lintas wilayah.

Di tengah tingginya mobilitas orang dan barang setiap hari, kepemimpinan yang mengedepankan kewaspadaan, sinergi antarlembaga, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga Pelabuhan Manado tetap aman, tertib, dan kondusif. (Tomy)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *