BITUNG – Menjadi Kapolres di sebuah kota pelabuhan dan kawasan industri bukanlah tugas yang ringan. Arus manusia dan barang yang tinggi, aktivitas ekonomi yang dinamis, hingga potensi kejahatan yang terus berkembang menuntut seorang pemimpin memiliki pengalaman yang lengkap di bidang penegakan hukum.
Tantangan itulah yang kini diemban AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H., Kapolres Bitung. Perwira menengah Polri ini resmi memimpin Polres Bitung pada Juli 2026. Penugasannya menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di jajaran Polda Sulawesi Utara, sekaligus menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya yang telah ditempa di berbagai bidang reserse.
Sebelum dipercaya memimpin Polres Bitung, AKBP Arie telah menorehkan pengalaman di sejumlah jabatan strategis. Ia pernah menjabat Kasubdit Tindak Pidana Siber (Cyber) Ditreskrimsus Polda Sulawesi Utara, posisi yang menuntut kemampuan menghadapi kejahatan digital yang terus berkembang, mulai dari penipuan daring hingga penyalahgunaan teknologi informasi.
Tak hanya itu, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sulut. Di bidang tersebut, AKBP Arie terlibat dalam penanganan berbagai perkara dugaan korupsi, mengedepankan profesionalisme dan ketelitian dalam setiap proses penyelidikan maupun penyidikan.
Pengalaman di bidang reserse kemudian berpadu dengan kepemimpinan kewilayahan saat dirinya dipercaya menjadi Kapolres Kepulauan Talaud. Bertugas di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga memberikan pengalaman tersendiri dalam menjaga keamanan, mengawasi wilayah perairan, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Kini, estafet pengabdian membawanya ke Kota Bitung. Sebagai salah satu pusat ekonomi Sulawesi Utara, Bitung memiliki tantangan yang berbeda. Kota ini menjadi simpul perdagangan, pelabuhan internasional, kawasan industri, dan jalur distribusi logistik yang membutuhkan situasi keamanan yang kondusif.
Memahami karakteristik tersebut, AKBP Arie tidak menunggu lama untuk membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Pada hari pertama menjabat, ia langsung mengikuti rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bitung sebagai langkah awal memperkuat sinergi lintas sektor.
Bagi AKBP Arie, menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian semata. Stabilitas daerah hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.
Pendekatan itu terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan bersama Forkopimda, termasuk olahraga bersama yang menjadi ruang membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarinstansi. Di balik kegiatan yang terlihat sederhana tersebut tersimpan tujuan besar, yakni memperkuat soliditas dalam menjaga keamanan Kota Bitung.
Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.), dan Magister Hukum (M.H.), AKBP Arie membawa perpaduan antara pemahaman hukum, pengalaman investigasi, dan kepemimpinan lapangan.
Pengalaman menangani kejahatan siber, tindak pidana korupsi, hingga memimpin wilayah perbatasan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan keamanan di Kota Bitung.
Ia memahami bahwa bentuk kejahatan terus berubah mengikuti perkembangan zaman, sehingga kepolisian dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip profesionalisme, transparansi, dan pelayanan kepada masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Polres Bitung diharapkan tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan rasa aman. Sebab bagi AKBP Arie Sulistyo Nugroho, keberhasilan seorang Kapolres bukan hanya diukur dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap, melainkan dari tumbuhnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Perjalanan pengabdiannya masih terus berlanjut. Dari ruang penyidikan perkara korupsi, penanganan kejahatan siber, memimpin wilayah perbatasan di Talaud, hingga kini mengawal keamanan Kota Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho membawa satu misi yang sama: menghadirkan penegakan hukum yang profesional, humanis, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (Tomy)

