Seleksi Semakin Ketat, Wakapolda Sulut: “Tetap Kedepankan Semangat Clear and Clean”

MANADO, Merdekasatu.online – Suasana penuh harap dan ketegangan menyelimuti Graha Bumi Beringin Manado, Kamis (4/6/2026). Ratusan peserta seleksi penerimaan anggota Polri bersama orang tua mereka menanti hasil sidang penetapan kelulusan menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II.

Bagi sebagian peserta, hari itu menjadi momen yang menentukan perjalanan panjang mereka untuk mewujudkan cita-cita mengenakan seragam Kepolisian Republik Indonesia.

Sidang kelulusan dipimpin langsung Wakapolda Sulawesi Utara, Awi Setiyono, yang mewakili Kapolda Sulut dalam proses penetapan hasil seleksi penerimaan terpadu Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.

Sebelum sampai pada tahap ini, para peserta telah melewati serangkaian ujian yang tidak mudah. Mulai dari pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan tahap pertama, tes psikologi, hingga ujian akademik. Khusus calon Taruna Akademi Kepolisian, tahapan seleksi juga mencakup pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan tes kemampuan jasmani.

Dari total 755 peserta yang memenuhi syarat mengikuti tahapan seleksi, terdiri atas 602 pria dan 153 wanita, hanya sebagian yang berhasil melangkah ke tahapan berikutnya. Hasil sidang menetapkan enam calon Taruna Akpol, 112 calon Bintara Polri, serta 33 calon Tamtama Polri lolos menuju Rikkes Tahap II.Di hadapan peserta dan orang tua yang hadir, Wakapolda Sulut menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih para peserta merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kesungguhan selama mengikuti seluruh proses seleksi.

Menurutnya, tidak ada jalan pintas dalam rekrutmen anggota Polri. Setiap tahapan dilaksanakan secara objektif dan berdasarkan kemampuan masing-masing peserta.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sulut menjaga integritas proses penerimaan anggota Polri. Seluruh rangkaian seleksi dilakukan dengan pengawasan berlapis yang melibatkan unsur internal maupun eksternal, termasuk Ombudsman dan insan pers.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses rekrutmen berlangsung secara transparan dan bebas dari praktik-praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.

Prinsip BETAH yang merupakan singkatan dari Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis terus menjadi landasan dalam setiap tahapan seleksi. Semangat “clear and clean” yang diusung Polri diharapkan mampu menghasilkan calon anggota yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik dan intelektual, tetapi juga lahir dari proses yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Meski telah dinyatakan lolos ke tahap berikutnya, para peserta diingatkan bahwa perjalanan mereka masih panjang. Pemeriksaan kesehatan tahap kedua menjadi tantangan selanjutnya yang harus dihadapi dengan persiapan matang.

Kepada para peserta, Wakapolda berpesan agar tetap menjaga kondisi fisik, terus berlatih, dan tidak terlena dengan hasil yang telah diraih.

Sementara itu, bagi para orang tua yang turut menyaksikan sidang, pengumuman kelulusan menjadi buah dari doa dan dukungan yang selama ini menyertai perjuangan anak-anak mereka. Di balik setiap nama yang dinyatakan lulus, terdapat cerita tentang latihan, pengorbanan, dan harapan untuk mengabdi kepada bangsa melalui institusi Polri.

Bagi mereka yang berhasil melangkah ke Rikkes Tahap II, perjuangan belum berakhir. Justru, satu pintu telah terbuka menuju tahapan yang lebih menantang dalam perjalanan menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia. (TL)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *