Tommy Pantow alias Topan, Dari Panggung Ormas hingga Menjadi Penggerak Relawan di Sulawesi Utara

SULUT, Merdekasatu.online— Namanya mungkin tidak selalu muncul di panggung politik formal. Namun di balik sejumlah kegiatan organisasi, aksi sosial dan gerakan relawan di Sulawesi Utara, sosok Tommy Pantow alias Topan beberapa tahun terakhir cukup sering terlihat.

Pria asal Minahasa Selatan ini membangun kiprahnya melalui organisasi kemasyarakatan sebelum kemudian dikenal lebih luas sebagai pimpinan relawan politik Torang Prabowo-Gibran (TOPAN 08).

Jejak itu tidak muncul secara tiba-tiba

Jauh sebelum TOPAN 08 dikenal dalam kontestasi politik nasional 2024, Tommy telah aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Pada 2021, misalnya, ia ditetapkan sebagai Ketua DPD Laskar Manguni Indonesia (LMI) Kabupaten Minahasa Selatan periode 2021–2026. Dalam pemberitaan saat itu, ia juga disebut dengan sapaan Topan.

Namanya bahkan telah muncul dalam aktivitas sosial dan isu-isu publik di Minsel sejak beberapa tahun sebelumnya. Pada 2018, ketika LMI Minsel memberikan dukungan terhadap proses penanganan kasus pemecah ombak, Tommy tampil sebagai Tonaas LMI Minsel dan menyatakan organisasinya akan mengawal proses hukum tersebut.

Dari organisasi ke arena politik

Momentum penting dalam perjalanan Tommy datang menjelang Pemilu Presiden 2024.

Pada Desember 2023, Tommy tampil sebagai Ketua Umum relawan TOPAN 08, akronim dari Torang Prabowo-Gibran. Ia menyampaikan bahwa kelompok tersebut telah terdaftar di Sekretariat Pemenangan Nasional Prabowo-Gibran di Jakarta.

TOPAN 08 dibentuk sebagai wadah sukarela untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Tommy ketika itu menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari Sulawesi Utara dan akan bergerak keluar daerah untuk memenangkan pasangan tersebut.

Bagi Tommy, gerakan tersebut bukan sekadar soal politik elektoral. Ia mencoba membangun identitas TOPAN 08 sebagai kelompok yang lahir dari Sulawesi Utara dan memiliki jaringan relawan di berbagai daerah.

Setelah kontestasi Pilpres 2024 berakhir, aktivitas TOPAN 08 tidak berhenti. Nama Tommy tetap muncul dalam berbagai kegiatan yang dikaitkan dengan organisasi tersebut.

Ketika politik bertemu kegiatan sosial

Salah satu sisi lain dari aktivitas Tommy terlihat melalui kegiatan sosial.

Pada Desember 2025, TOPAN 08 yang dipimpin Tommy menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat di Minahasa Tenggara. Salah satu pemberitaan menyebut sekitar 500 warga menerima bantuan berupa beras dan minyak goreng. Penerimanya antara lain lanjut usia, janda, duda dan penyandang disabilitas.

Kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara menjelang Natal 2025. Dalam pemberitaan, Tommy mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial dan bahwa TOPAN 08 tidak hanya bergerak dalam kegiatan politik, tetapi juga sosial kemasyarakatan.

Pada momentum Idul Adha 2026, kiprah sosial tersebut kembali terlihat. Tommy diberitakan menyalurkan 18 ekor sapi kurban yang didistribusikan ke sejumlah wilayah di Sulawesi Utara.

Bagi sebuah organisasi yang lahir dari momentum politik, aktivitas semacam ini menunjukkan upaya memperluas ruang gerak dari sekadar mobilisasi politik menuju kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Semakin dekat dengan lingkar pemerintahan

Pasca Pilpres 2024, jejak Tommy juga terlihat dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan Sulawesi Utara.

Sejumlah pemberitaan menyebut TOPAN 08 kemudian mendukung pasangan Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay dalam Pilgub Sulut 2024. Pada 2025, Tommy beberapa kali diberitakan hadir dalam kegiatan yang melibatkan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling.

Salah satunya ketika Tommy turut mendampingi rombongan gubernur dalam kunjungan kerja ke Bolaang Mongondow pada Maret 2025.

Dalam kesempatan lain, Tommy juga menyampaikan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintah provinsi, termasuk gagasan pengembangan konektivitas pariwisata Sulawesi Utara.

Kedekatan tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan politik Tommy Pantow. Ia tidak menduduki jabatan pemerintahan dalam pemberitaan yang ditelusuri, tetapi posisinya sebagai pimpinan organisasi relawan membuatnya beberapa kali muncul dalam ruang yang bersinggungan dengan aktivitas pemerintahan dan politik daerah.

Suara kritis terhadap penegakan hukum

Menariknya, aktivitas Tommy tidak seluruhnya berbentuk dukungan politik.

Pada November 2024, misalnya, ia menyampaikan dukungan terhadap langkah Polda Sulawesi Utara dalam pemberantasan korupsi. Tommy meminta agar penanganan perkara dilakukan tanpa tebang pilih.

Jauh sebelumnya, ketika masih aktif sebagai pimpinan LMI Minsel, ia juga pernah menyuarakan dukungan terhadap proses hukum dalam perkara pemecah ombak Minsel.

Jejak tersebut memperlihatkan bahwa ruang gerak Tommy berada pada persimpangan antara organisasi masyarakat, aktivitas sosial, advokasi isu publik dan politik kerelawanan.

Topan dan wajah baru relawan politik

Perjalanan Tommy Pantow alias Topan memperlihatkan bagaimana seorang aktivis organisasi kemasyarakatan dapat berkembang menjadi figur yang memiliki posisi penting dalam jaringan relawan politik.

Dari panggung LMI di Minahasa Selatan, ia kemudian membawa nama TOPAN 08 ke arena Pilpres 2024. Setelah pesta demokrasi selesai, organisasi tersebut tetap menjalankan aktivitas sosial sekaligus menunjukkan dukungan terhadap pemerintahan dan agenda politik yang sejalan dengan kelompoknya.

Di situlah posisi Tommy menjadi menarik untuk diamati.

Ia bukan pejabat negara dan bukan pula figur partai politik yang setiap hari berada di parlemen. Namun melalui organisasi relawan yang dipimpinnya, ia berada di ruang yang menghubungkan masyarakat, aktivitas sosial dan politik.

Bagi pendukungnya, aktivitas tersebut dapat dilihat sebagai bentuk konsistensi perjuangan dan kepedulian terhadap masyarakat.

Namun bagi publik dan jurnalis, perjalanan Tommy juga menarik untuk terus dicermati yaitu sejauh mana organisasi relawan mampu mempertahankan independensinya setelah kandidat yang didukung memenangkan kontestasi politik, dan bagaimana posisi para penggeraknya dalam lanskap kekuasaan daerah?

Pertanyaan itu menjadi bagian dari cerita yang masih berjalan.

Sebab perjalanan Tommy Pantow alias Topan tampaknya belum selesai. Dari organisasi masyarakat, menuju gerakan relawan, lalu memasuki ruang sosial dan pemerintahan. Namanya terus muncul mengikuti dinamika politik Sulawesi Utara. (Tomy)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *