MANADO, Merdekasatu.online – Tidak banyak tokoh daerah yang mampu menjaga eksistensi dan pengaruhnya selama bertahun-tahun di berbagai bidang sekaligus. Namun, hal itu tampaknya berhasil dilakukan oleh Jackson Andre William Kumaat atau yang lebih dikenal dengan sapaan Jacko.
Bagi masyarakat Sulawesi Utara, nama Jackson Kumaat sudah lama identik dengan dunia kepemudaan, olahraga, politik, dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Kini, kiprah panjang tersebut membawanya memasuki babak baru pengabdian setelah dipercaya menjadi Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia.
Penugasan yang mulai dijalankannya sejak Juni 2026 menjadi pencapaian penting dalam perjalanan seorang aktivis daerah yang tumbuh dari organisasi kepemudaan hingga dipercaya berada di lingkungan strategis pemerintahan pusat.
Perjalanan itu tidak dibangun dalam waktu singkat.
Lahir dari keluarga Minahasa Selatan, Jackson Kumaat yang merupakan pengusaha muda ini tumbuh dengan semangat organisasi yang kuat. Sejak usia muda, ia aktif membangun jejaring dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan generasi muda.
Namanya mulai dikenal luas ketika terlibat dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Organisasi tersebut menjadi salah satu ruang pengabdian yang membentuk karakter kepemimpinannya. Dari tingkat daerah hingga nasional sebagai Sekretaris Jenderal KNPI, Jacko terus menunjukkan kapasitasnya sebagai organisator yang mampu merangkul berbagai kalangan.
Saat memimpin KNPI Sulawesi Utara, ia dikenal aktif mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah. Baginya, pemuda bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang harus diberi ruang untuk berkontribusi.
Pandangan tersebut kemudian menjadi salah satu ciri khas kepemimpinannya. Ia sering hadir dalam berbagai forum diskusi, kegiatan sosial, hingga agenda kebangsaan yang melibatkan generasi muda.
Tak hanya di dunia kepemudaan, Jackson Kumaat juga meninggalkan jejak di bidang olahraga. Kecintaannya terhadap sepak bola mendorongnya mengambil peran dalam organisasi olahraga daerah. Melalui berbagai program pembinaan, ia berupaya membuka peluang bagi atlet-atlet muda Sulawesi Utara untuk berkembang dan berprestasi.

Berbagai pengalaman organisasi itu secara perlahan membentuk pemahamannya mengenai persoalan sosial, pembangunan daerah, hingga kebutuhan masyarakat di akar rumput.
Mereka yang mengenalnya menggambarkan Jacko sebagai sosok yang mudah bergaul dan memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kelompok. Kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya.
Kini, ketika dipercaya menjadi bagian dari Kantor Staf Kepresidenan, tantangan yang dihadapi tentu jauh lebih besar. Lingkup tugas yang berskala nasional menuntut kemampuan membaca persoalan secara luas sekaligus memahami kebutuhan masyarakat dari berbagai daerah.
Namun bagi Jackson, posisi tersebut tampaknya bukan sekadar pencapaian pribadi. Amanah itu menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman panjangnya dalam organisasi dan pembangunan daerah ke tingkat yang lebih luas.
Kisah Jackson Kumaat menjadi gambaran bahwa jalan menuju panggung nasional tidak selalu dimulai dari pusat kekuasaan. Kadang, perjalanan itu justru berawal dari ruang-ruang organisasi, lapangan olahraga, dan aktivitas sosial di daerah.
Dari Sulawesi Utara menuju lingkungan strategis Istana, perjalanan Jackson Andre William Kumaat menunjukkan bahwa konsistensi dalam pengabdian sering kali membuka jalan menuju kepercayaan yang lebih besar.
Dan bagi banyak anak muda di daerah, kisah itu menjadi pengingat bahwa mimpi untuk berkontribusi bagi bangsa tidak mengenal batas geografis. Selama ada kemauan untuk bekerja, belajar, dan mengabdi, kesempatan akan selalu menemukan jalannya. (Tomy)

