Manado, Merdekasatu.online – Di tengah tuntutan publik terhadap institusi yang semakin transparan dan akuntabel, Polda Sulawesi Utara menegaskan bahwa pengawasan bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan fondasi utama menjaga marwah organisasi.
Komitmen itu tercermin dalam pembukaan Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) Itwasda Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Amaris Hotel Manado, Selasa (28/4/2026), dipimpin langsung Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono.
Di hadapan Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso, jajaran Pejabat Utama, Kasubag Renmin, hingga perwakilan satuan kerja, Wakapolda menegaskan bahwa transformasi pengawasan menjadi kunci penting dalam memastikan Polri tetap berada di jalur akuntabilitas.
Mengusung tema “Transformasi Pengawasan Guna Mengawal Akuntabilitas Polri dalam Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026,” forum ini bukan hanya agenda evaluasi tahunan, tetapi juga ruang strategis menyatukan persepsi dalam menjalankan fungsi kontrol internal.
“Pengawasan memiliki peran vital untuk mencegah penyimpangan dan memastikan organisasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik,” tegas Awi.
Dalam arahannya, ia menyoroti tiga pilar utama transformasi pengawasan menuju Polri Presisi. Pertama, penguatan peran pimpinan melalui pengawasan langsung maupun tidak langsung. Kedua, optimalisasi sistem pengawasan internal dan eksternal. Ketiga, membuka partisipasi masyarakat melalui mekanisme pengaduan publik sebagai bentuk kontrol sosial terhadap institusi.
Bagi Polda Sulut, pengawasan tak lagi hanya berada di ruang internal, tetapi juga harus adaptif terhadap tuntutan masyarakat yang menghendaki keterbukaan.
Brigjen Awi juga menekankan pentingnya Pengawasan Melekat (Waskat) sebagaimana diatur dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2022. Dalam konsep ini, setiap atasan memiliki tanggung jawab aktif memantau, membina, dan mengendalikan bawahannya secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi pelanggaran sejak dini, sekaligus membangun budaya kerja disiplin di seluruh lini organisasi.Tak hanya soal sistem, Wakapolda memberi pesan kuat kepada para personel pengawasan agar menjadi auditor yang mengedepankan tiga nilai utama yaitu profesionalisme, integritas, dan konsistensi.
Melalui audit kinerja yang presisi dan penerapan manajemen risiko yang terarah, Polda Sulut ingin memastikan setiap kebijakan, anggaran, dan sumber daya dijalankan secara efektif, efisien, serta sesuai aturan.
Rakerwas 2026 pun menjadi penanda bahwa di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks, transformasi pengawasan adalah benteng utama untuk menjaga kepercayaan publik bahwa Polri bukan hanya penegak hukum, tetapi juga institusi yang terus berbenah dari dalam. (TL)

