Merdeka1.online – Di balik layar besar institusi kepolisian, ada satu peran yang jarang tampil di garis depan namun menentukan arah integritas organisasi: pengawasan. Di Polda Sulawesi Utara, peran itu kini berada di tangan Kombes Pol Amin Litarso, sosok yang dipercaya mengemban amanah sebagai Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda).
Namanya mungkin tidak sepopuler pejabat operasional yang kerap hadir dalam pengungkapan kasus besar. Namun, di ruang-ruang evaluasi, audit, dan pengendalian internal, Amin Litarso memegang posisi sentral dalam memastikan roda organisasi Polda Sulut tetap berjalan sesuai aturan, akuntabel, dan profesional.
Sebagai Irwasda, Kombes Pol Amin Litarso bertanggung jawab mengawal fungsi pengawasan internal di tubuh Polda Sulut. Tugasnya bukan sekadar memeriksa administrasi, tetapi juga memastikan setiap kebijakan, penggunaan anggaran, hingga perilaku personel berada dalam koridor hukum dan etika. Dari audit kinerja, evaluasi disiplin anggota, hingga pengawasan proses seleksi penerimaan anggota Polri, seluruhnya menjadi bagian dari wilayah kerjanya.
Dalam sejumlah agenda strategis sepanjang 2025 hingga 2026, Amin Litarso tampil sebagai figur yang menekankan pentingnya prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas. Saat memimpin pengambilan sumpah serta penandatanganan pakta integritas seleksi SIPSS 2026, misalnya, ia menegaskan komitmen terhadap prinsip “BETAH” (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) sebagai fondasi utama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen Polri.
Tak hanya itu, dalam berbagai forum internal, termasuk coaching clinic dan evaluasi kelembagaan, ia konsisten menyoroti pentingnya pengawasan sebagai benteng pencegah penyimpangan. Baginya, pengawasan bukan sekadar mencari kesalahan, tetapi membangun budaya kerja yang sehat dan bertanggung jawab.
Kehadirannya dalam Rilis Akhir Tahun Polda Sulut juga menunjukkan peran strategisnya dalam memotret capaian, tantangan, serta evaluasi institusi secara menyeluruh. Dari data kriminalitas, disiplin anggota, hingga pengaduan masyarakat, fungsi pengawasan yang dipimpinnya menjadi bagian penting dalam menjaga marwah organisasi di mata publik.
Meski detail biodata personalnya tidak banyak tersaji di ruang publik, Kombes Pol Amin Litarso dikenal melalui jejak tugasnya yakni seorang perwira menengah yang bekerja dalam senyap, tetapi berperan besar dalam menjaga fondasi tata kelola kepolisian.
Di era ketika tuntutan publik terhadap transparansi semakin tinggi, sosok Irwasda seperti Amin Litarso menjadi representasi penting bahwa kepercayaan terhadap institusi tidak hanya dibangun lewat penegakan hukum di lapangan, tetapi juga melalui pengawasan yang kuat dari dalam. Sebab, bagi sebuah institusi sebesar Polri, integritas bukan hanya slogan melainkan kerja panjang yang harus terus dijaga. (Red)

