Dari Prostitusi Online ke Penikaman Polisi, Malam Mencekam di Boulevard Manado

Manado, Merdekasatu.online – Malam di kawasan Boulevard, Kota Manado, Selasa (2/6/2026), yang semula tampak biasa mendadak berubah menjadi mencekam.

Sebuah perselisihan yang berawal dari transaksi prostitusi online berujung pada aksi pengeroyokan, penikaman terhadap anggota polisi, hingga penangkapan seorang residivis yang dikenal kerap berurusan dengan hukum.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Utara bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai keributan yang terjadi di salah satu hotel di kawasan tersebut.

Operasi itu berakhir dengan diamankannya seorang pria berinisial AP (27), warga Manado, yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus tersebut.

Menurut keterangan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulut, Kompol Arie Prakoso, insiden bermula ketika seorang pria memesan jasa perempuan melalui aplikasi prostitusi online. Namun sesampainya di lokasi, pria tersebut merasa tertipu karena sosok perempuan yang ditemuinya berbeda dengan foto yang ditampilkan dalam profil aplikasi.

Kekecewaan itu membuat pelanggan berniat membatalkan transaksi. Keputusan tersebut justru memicu kemarahan pihak penyedia jasa. Situasi kemudian memanas hingga berujung pada aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh AP bersama sejumlah rekannya.

Laporan mengenai keributan dan dugaan penyekapan segera ditindaklanjuti oleh personel Polsek Sario. Namun upaya polisi untuk mengamankan situasi mendapat perlawanan. Saat tiba di lokasi, seorang anggota polisi diduga diserang oleh AP menggunakan senjata tajam.

Tindakan tersebut memicu respons cepat dari Tim URC Resmob Polda Sulut. Dalam operasi penangkapan yang berlangsung tidak lama setelah kejadian, AP berhasil diringkus bersama barang bukti sebilah senjata tajam yang diduga digunakan untuk menyerang petugas.

Polisi menyebut tersangka sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas terukur untuk menghentikannya.

Pengembangan kasus tidak berhenti pada dugaan penikaman. Sejumlah pria dan wanita yang diduga terlibat dalam jaringan prostitusi online turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polda Sulut.

Dari hasil penelusuran polisi, AP diketahui bukan nama baru dalam catatan kriminal. Ia disebut merupakan residivis yang pernah terlibat dalam sejumlah kasus, mulai dari penikaman, pencurian tabung gas, hingga pernah melarikan diri dari kantor kepolisian.

Kasus ini kembali menjadi pengingat akan bahaya praktik prostitusi online yang terus berkembang dengan berbagai modus.

Aparat kepolisian menilai pengawasan dari berbagai pihak, termasuk pengelola penginapan dan keluarga, menjadi salah satu kunci untuk menekan maraknya aktivitas ilegal tersebut.

Polda Sulut mengimbau para pemilik hotel, rumah kos, dan tempat penginapan agar lebih selektif memeriksa identitas pengunjung serta tidak memberikan ruang bagi aktivitas yang mengarah pada prostitusi.

Di sisi lain, para orang tua juga diharapkan lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka agar tidak terjerumus ke dalam tindakan kriminal maupun eksploitasi seksual.

Peristiwa di Boulevard Manado itu menjadi gambaran bagaimana sebuah transaksi ilegal di dunia maya dapat berkembang menjadi tindak kekerasan yang mengancam keselamatan banyak pihak, termasuk aparat penegak hukum yang bertugas menjaga keamanan masyarakat. (Red)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *