Merdekasatu.online – Suasana di Tomohon siang itu berjalan seperti biasa. Aktivitas warga tetap bergulir, kendaraan berlalu-lalang, dan kehidupan kota kecil itu tampak tenang. Namun, di balik rutinitas tersebut, ada satu perubahan penting di tubuh kepolisian setempat. Tongkat komando Polsek Tomohon Tengah kini berada di tangan Jemmy Worang.
Serah terima jabatan yang berlangsung di Polres Tomohon menandai awal tugas baru bagi perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) itu. Pergantian ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan Polda Sulawesi Utara sebagai sebuah upaya menjaga ritme kerja sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi AKP Jemmy Worang, wilayah ini bukan sekadar tempat tugas baru, tetapi juga ruang tantangan. Ia datang membawa pengalaman dari masa jabatannya sebagai Kapolsek Tikala di Manado, di mana ia terbiasa berada di garis depan menjaga keamanan lingkungan perkotaan yang dinamis.
Di Tikala, ia dikenal tak hanya mengandalkan patroli, tetapi juga pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Baginya, kehadiran polisi bukan sekadar simbol penegakan hukum, melainkan juga jembatan komunikasi. Dari percakapan sederhana di pinggir jalan hingga dialog dengan tokoh masyarakat, semua menjadi bagian dari strategi menjaga keamanan.
Kini, pendekatan serupa diharapkan bisa ia bawa ke Tomohon Tengah. Wilayah yang memiliki karakter sosial berbeda ini menuntut kepekaan yang lebih memahami masyarakatnya, membaca potensi konflik, sekaligus merawat rasa aman yang sudah terbangun.
Di balik seragam dan jabatan, tugas itu tidak ringan. Namun bagi AKP Jemmy Worang, setiap wilayah memiliki ceritanya sendiri. Dan di Tomohon Tengah, cerita itu baru saja dimulai dengan harapan bahwa keamanan bukan hanya dijaga, tetapi juga dirasakan oleh setiap warga. (TL)

