Manado, Merdekasatu.online – Malam di kawasan Megamas, Manado, yang biasanya dipenuhi hiruk-pikuk pengunjung dan gemerlap pusat perbelanjaan, mendadak berubah menjadi suasana mencekam. Sabtu malam, 16 Mei, sekitar pukul 20.45 WITA, kobaran api melahap sebagian bangunan Mega Mall Manado dan memicu kepanikan ratusan orang yang berada di dalam gedung.
Asap hitam pekat tiba-tiba muncul dari area rumah makan dan ruang kantor di lantai empat. Dalam hitungan menit, kabut tebal menyelimuti lorong-lorong pusat perbelanjaan, memaksa para pengunjung dan karyawan berhamburan menuju tangga darurat.
Petugas kebersihan dan sekuriti yang pertama kali menyadari adanya kebakaran segera berteriak memberi peringatan. Suara alarm, teriakan, dan langkah kaki yang berlarian berpadu dengan kepulan asap yang terus membesar.
Kepolisian bergerak cepat. Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono bersama para Pejabat Utama Polda Sulut langsung turun ke lokasi untuk memantau penanganan darurat.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, didampingi Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, memastikan seluruh kekuatan dikerahkan untuk mengamankan lokasi.
“Begitu menerima laporan, personel Polresta Manado bersama Polsek Wenang segera menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian, mengalihkan arus lalu lintas, dan membantu proses evakuasi. Dukungan juga datang dari Ditsamapta, Ditreskrimum, Sat Brimob, serta Bid Dokkes Polda Sulut,” ujar Irham Halid di lokasi kejadian.
Di tengah kepanikan itu, belasan armada pemadam kebakaran berjibaku melawan kobaran api. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran Kota Manado dan satu unit Armoured Water Cannon (AWC) milik Polda Sulut terus menyemburkan air ke titik api hingga menjelang tengah malam.
Delapan ambulans turut disiagakan, termasuk dari Bid Dokkes Polda Sulut dan RS Bhayangkara Manado, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban.
Namun, di balik upaya penyelamatan itu, kabar duka tak terhindarkan.Seorang perempuan berinisial PT ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjebak di area perkantoran lantai empat. Sementara empat orang lainnya berhasil menyelamatkan diri dari kepungan asap.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus mengguncang masyarakat Manado yang selama ini menjadikan Mega Mall sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan hiburan.
Setelah api berhasil dikendalikan, garis polisi dipasang mengelilingi area terdampak. Aliran listrik diputus total untuk mencegah kemungkinan korsleting lanjutan.
Kapolresta Manado menegaskan bahwa penyebab kebakaran akan diusut secara menyeluruh. “Kami telah berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik dan Inafis Polda Sulut. Olah TKP akan dilakukan secara komprehensif setelah kondisi bangunan benar-benar aman,” tegasnya.
Selain fokus pada penyelidikan, aparat Samapta dan Brimob disiagakan di sejumlah titik strategis di kawasan Megamas guna mencegah kemacetan serta mengantisipasi potensi tindak kriminal, termasuk penjarahan.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area kebakaran dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Mohon masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi di media sosial. Serahkan proses penanganan kepada kepolisian dan tim ahli,” kata Irham Halid.
Hingga kini, manajemen Mega Mall bersama penyidik masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian material akibat kebakaran besar tersebut.
Di balik asap yang perlahan memudar, tersisa duka, tanda tanya, dan harapan agar tragedi serupa tak kembali terjadi di jantung Kota Manado. (TL)

