Manado, Merdekasatu.online – Di sebuah ruang kerja yang tak pernah benar-benar sepi dari dering telepon, nama Arian Primadanu Colibrito mulai dikenal publik ketika ia memimpin Polres Tomohon. Kota kecil berhawa sejuk di kaki Gunung Lokon itu menjadi saksi bagaimana seorang perwira Polri bekerja dalam diam, namun meninggalkan jejak yang kuat.
Tak banyak yang tahu kisah pribadinya—dan mungkin memang begitulah caranya menjaga batas antara kehidupan pribadi dan tugas negara. Namun, perjalanan kedinasannya dapat dibaca dari jejak langkahnya: terukur, konsisten, dan selalu bergerak bersama kebutuhan organisasi.
Memimpin di Kota Sejuk yang Dinamis
Arian mulai menduduki jabatan Kapolres Tomohon pada akhir 2021, saat pergantian tahun yang sering kali menjadi masa paling sibuk bagi kepolisian. Ia datang dengan pangkat AKBP dan satu misi besar: memastikan Tomohon tetap aman, kondusif, dan nyaman bagi warganya.
Dalam masa tugasnya, ia memimpin berbagai kegiatan yang memperlihatkan wajah kepolisian yang tegas namun komunikatif. Mulai dari apel besar pengamanan jelang Pemilu, pelayanan pengaduan masyarakat, hingga upacara kenaikan pangkat ratusan personel, semuanya ia jalani dengan ciri khas: tidak banyak bicara, tetapi pekerjaan berjalan.
Salah satu langkah signifikan pada masa kepemimpinannya adalah pelantikan tiga Kepala Polsubsektor baru—langkah penting untuk memperluas jangkauan pelayanan kepolisian di wilayah Tomohon. Di banyak kesempatan, ia terlihat berdiri di tengah anggotanya, memberi penekanan pada kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pelayanan publik.
Kritik, Tantangan, dan Ketegasan
Seperti banyak pemimpin di institusi besar, perjalanan Arian tidak selalu mulus. Beberapa dinamika lapangan dan sorotan publik pernah muncul. Namun, responsnya justru memperlihatkan karakter: ia adalah seorang pemimpin sejati yang selalu dengan tegap dan tegas melalui setiap tantangan dan hambatan tugas.
Di mata banyak wartawan lokal, Arian dikenal sebagai sosok yang mudah dihubungi, namun tetap memegang garis tegas antara ruang publik dan kewenangan kedinasan.
Melangkah ke Polda Sulut
Pada Juli 2023, perjalanan tugasnya di Tomohon berakhir. Ia menerima penugasan baru sebagai Kabag Binkar Biro SDM Polda Sulawesi Utara, sebuah posisi yang menuntut ketelitian, integritas, dan kemampuan membaca kebutuhan sumber daya manusia dalam organisasi sebesar Polri.
Perjalanannya tak berhenti di situ. Dalam rotasi jabatan berikutnya, Arian kembali naik ke posisi strategis sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasda Polda Sulut, dengan pangkat Kombes Pol. Di jabatan baru ini, ia memegang peran penting: memastikan pengawasan internal berjalan sebagaimana mestinya, menjaga kualitas kinerja organisasi sekaligus memelihara integritas institusi.
Figur Senyap yang Terus Bergerak
Arian bukan tipe perwira yang kerap tampil di panggung besar atau di layar televisi. Ia tidak membangun citra lewat kata-kata, tetapi membiarkan pekerjaannya berbicara. Banyak liputan media yang mencatat keberadaannya dalam momen kedinasan, namun hampir tak ada yang menyentuh sisi personalnya.
Justru dari minimnya publikasi itulah tergambar sosok seorang perwira yang bekerja tanpa sorot lampu, menjalankan tugas dengan pendekatan profesional: sederhana, disiplin, dan fokus pada hasil.
Dalam dunia kepolisian yang sering kali penuh dinamika, perjalanan Arian Primadanu Colibrito memperlihatkan sebuah garis yang tegas: ia mungkin tidak selalu berada di halaman depan pemberitaan, tetapi kontribusinya nyata dalam menjaga organisasi berjalan.
Dan sebagaimana jejak langkah yang tenang namun pasti, namanya masih terus menjadi bagian penting dalam struktur kepemimpinan Polri di Sulawesi Utara. Feature ini adalah potongan kecil dari perjalanan panjang seorang perwira yang memilih membiarkan karyanya bicara. (Tomy)

