Jakarta, Merdeka1.online – Upaya penertiban perdagangan pakaian bekas impor memasuki babak baru. Polda Metro Jaya mengungkap sebuah jaringan distribusi balpres yang beroperasi lintas wilayah, bermula dari kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dari operasi ini, sebanyak 207 bal pakaian bekas impor disita sebagai barang bukti.
Pengungkapan tersebut berawal dari kabar warga pada 12 November 2025 mengenai aktivitas mencurigakan sebuah truk engkel. Saat ditelusuri, penyidik Subdit I Indag Ditreskrimsus mendapati puluhan bal pakaian bekas impor tersimpan rapat di dalam truk itu. Sopir berinisial D tidak dapat mengelak ketika petugas menemukan 23 bal pakaian bekas yang diduga kuat masuk tanpa jalur resmi.
Jejak distribusi barang kemudian membawa tim kepolisian ke Pasar Senen, Jakarta Pusat — salah satu titik sirkulasi utama produk thrifting di ibu kota. Dari lokasi ini, penyidik mengamankan I, sosok yang disebut sebagai koordinator penerima balpres.
Namun rangkaian kasus tak berhenti di Jakarta. Pengembangan penyidikan menuntun aparat hingga ke Padalarang, Bandung Barat. Di sana, polisi mendapati jaringan transportasi yang mendukung distribusi barang ilegal tersebut: dua truk engkel, tiga boks, satu Avanza, lengkap dengan tujuh sopir dan kenek yang sedang mengangkut 184 bal pakaian bekas impor.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud dari komitmen kepolisian dalam menegakkan aturan dan menjaga stabilitas ekonomi.
“Ini bagian dari penegakan hukum di bidang perdagangan dan TPPU. Seluruh barang bukti dan saksi telah diamankan untuk proses lebih lanjut,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Sejalan dengan itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menekankan bahwa penindakan tetap berada dalam koridor kebijakan pemerintah. Presiden Prabowo Subianto, kata Budi, meminta agar pemberantasan penyelundupan tetap memperhatikan keberlangsungan pelaku UMKM, termasuk pedagang thrifting. Menteri UMKM Maman Abdurrahman bahkan menyoroti perlunya produk substitusi sebagai alternatif di pasar.
Instruksi penindakan turut diperkuat oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Siapa pun yang terlibat penyelundupan akan ditindak tegas,” tegas Kapolri.
Seluruh temuan kini berada di Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lanjutan. Aparat menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar penindakan, tetapi juga upaya menjaga rasa aman dan memastikan perekonomian nasional tidak terganggu oleh praktik perdagangan ilegal. (Tomy)

