Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan: Pembingkai Citra Polda Sulut di Mata Publik

Oplus_131072

Manado, Merdekasatu.online – Kadang, wajah pejuang keamanan tak terlihat di jalur operasi namun suaranya terdengar jelas, menyampaikan informasi, menenangkan kecemasan, atau memberi harap. Di Polda Sulawesi Utara (Sulut), peran sebagai juru bicara itu dipercayakan kepada Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan.

Pria ini bukan sekadar perwira baju cokelat. Ia adalah wajah yang membingkai Polri di mata publik. Informatif, tegas, sekaligus bersikap empati.

Dari Latar Belakang hingga Posisi Strategis

Sejak Maret 2025, Alamsyah menjadi Kabid Humas Polda Sulut menggantikan pejabat lama. Dengan posisi itu, ia memikul tanggung jawab besar menjadi “penyambung lidah”, penyampai kebijakan, serta penghubung antara institusi kepolisian dengan masyarakat. Di tengah dinamika sosial dan tantangan penegakan hukum, peran Kabid Humas menjadi krusial. Tak sekadar soal komunikasi, tapi soal membangun kepercayaan.

Ketika Humas Menjawab: Kasus, Bantuan Sosial, dan Stabilitas Publik

Dalam beberapa bulan terakhir, namanya sering muncul di pemberitaan terkait upaya penegakan hukum dan program kemanusiaan. Tanda bahwa tugasnya berjalan dengan intens.

Pada 24 September 2025, Polda Sulut berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 55 gram. Pria bertubuh tegap dengan tiga melati di pundak ini membenarkan pengungkapan tersebut dan memaparkan barang bukti serta modus operandi tersangka.

Dalam kasus dugaan pelanggaran internal anggota Polri seperti perselingkuhan dan KDRT, Alamsyah juga tegas. Polda Sulut tidak mentolerir pelanggaran, dan akan menindak sesuai prosedur hukum dan kode etik.

Namun perannya tidak hanya soal hukum. Di tengah krisis ekonomi dan gejolak harga pangan, ia memimpin publikasi program Gerakan Pangan Murah bekerjasama dengan instansi terkait. Dalam program ini, Polda Sulut berhasil melebihi target penyaluran beras SPHP, bahkan masuk peringkat tertinggi nasional.

Sebuah prestasi yang juga menjadi citra positif institusi polisi di mata masyarakat. Lewat tindakan-tindakan itu, Alamsyah memperlihatkan sisi Humas yang tak hanya berbicara, tapi juga bertindak. Menjaga keamanan, sekaligus memikirkan kesejahteraan masyarakat.

Antara Publik dan Institusi: Menjaga Kepercayaan

Menjalani peran di Humas Polda bukanlah hal mudah. Kombes Alamsyah harus menyeimbangkan antara kebutuhan institusi untuk bersikap tegas dan tuntutan publik agar transparan serta adil. Ia sering tampil di depan publik dalam rilis kasus, konferensi pers, hingga kampanye sosial  membawa pesan yang kadang keras, kadang mengundang simpati.

Dalam situasi seperti unjuk rasa mahasiswa maupun patroli malam demi menjaga keamanan, suara dan rilis resmi dari Alamsyah membantu menjaga stabilitas, memberi rasa aman, dan menunjukkan bahwa polisi tak absen dari masyarakat.

Tantangan di Depan Mata: Humas di Era Digital & Harapan Publik

Di era media sosial dan arus informasi cepat, peran Humas semakin vital. Bagi Alamsyah, tantangannya bukan hanya menyampaikan fakta tetapi juga membendung berita bohong, membangun narasi yang jujur, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap lembaga.

Hadirnya program sosial seperti Gerakan Pangan Murah, penegakan hukum yang tegas, serta respons cepat atas keluhan masyarakat menunjukkan bahwa Humas bisa menjadi jembatan antara institusi dan rakyat. Tapi beban itu besar, menjaga kredibilitas, konsistensi, dan integritas.

Sosok di Balik Megaphone – Humas, Benteng Publik Trust

Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan bukan sekadar perwira polisi yang bicara di podium. Ia adalah pengendali citra, mediator, jembatan kepercayaan, aktor penting di balik layar yang memastikan Polri tetap relevan, transparan, dan humanis di mata masyarakat. Di tengah tantangan penegakan hukum, krisis sosial, serta kepekaan publik terhadap setiap tindakan, figur Humas seperti Alamsyah menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan dan kepercayaan. (Tomy)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *